15 Tahun Perjalanan PAUD Insan Mulia, Mengabdi dengan Hati, Menjaga Harapan Generasi Negeri

Lima belas tahun bukanlah waktu yang singkat. Bagi PAUD Insan Mulia, perjalanan sejak tahun pelajaran 2011/2012 hingga 2026 menjadi sebuah kisah panjang tentang pengabdian, ketekunan, kebersamaan, dan perjuangan menghadirkan pendidikan bagi anak-anak usia dini.
Di balik perjalanan tersebut, tersimpan banyak cerita. Ada keterbatasan, pengorbanan, air mata, kebahagiaan, hingga rasa syukur. Semuanya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan PAUD Insan Mulia hingga memasuki usia ke-15.
Berawal dari 12 Anak
PAUD Insan Mulia lahir pada tahun pelajaran 2011/2012 atas gagasan dan kepedulian Bapak BP Muridi, Bapak Mughofar, dan Bapak Sriyoto, SH. Gagasan tersebut berangkat dari kepedulian untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak usia dini memperoleh pendidikan yang layak. Pada awal berdirinya, kegiatan belajar mengajar berlangsung secara sederhana di Jl. Hj. Namin RT 03/RW 01 No. 85, Pinang, Kota Tangerang. Tidak ada gedung megah maupun fasilitas berlebihan. Namun sejak awal, PAUD Insan Mulia membawa semangat yang kuat: memberikan pendidikan kepada anak-anak tanpa membebani orang tua dengan biaya pendidikan.
Salah satunya melalui kebijakan SPP gratis.
Pilihan tersebut tentu bukan perkara mudah. Pendidikan harus tetap berjalan, anak-anak harus mendapatkan pelayanan yang baik, sementara kebutuhan operasional lembaga juga harus dipenuhi. Namun keterbatasan tidak pernah menjadi alasan untuk berhenti mengabdi. Pada tahun pertama, PAUD Insan Mulia hanya memiliki 12 peserta didik. Jumlah yang sederhana itu justru menjadi awal dari perjalanan panjang sebuah lembaga pendidikan yang terus tumbuh.Memasuki tahun pelajaran 2012/2013 hingga 2015/2016, jumlah peserta didik meningkat menjadi sekitar 35 hingga 40 anak.
Kepercayaan masyarakat pun mulai tumbuh. PAUD Insan Mulia tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk mengenal lingkungan, bermain, berkreasi, dan membangun keberanian sejak usia dini. Prestasi pun mulai hadir. Dalam kegiatan Gebyar PAUD se-Kecamatan Pinang, PAUD Insan Mulia berhasil meraih Juara I membaca Asmaul Husna tingkat kecamatan. Bagi keluarga besar PAUD Insan Mulia, prestasi tersebut menjadi penyemangat untuk terus memberikan pendidikan terbaik
Guru yang Mengajar dengan Hati
Salah satu bagian paling berharga dari perjalanan PAUD Insan Mulia adalah pengabdian para guru dan pengurus. Selama bertahun-tahun, berbagai upaya dilakukan untuk mendapatkan izin operasional. Beberapa kali pengajuan dilakukan, tetapi belum membuahkan hasil. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar tidak pernah berhenti.
Para guru tetap hadir dan mengajar dengan segala keterbatasan.
Pada masa awal, ketika PAUD masih berada dalam naungan Yayasan Pakem Bumi, honor guru diperoleh dari iuran wali murid. Saat itu, wali murid dikenakan iuran sekitar Rp20 ribu per bulan untuk mendukung honor empat orang guru, dengan besaran honor yang masih sangat terbatas.
Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para pendidik.
Mereka hadir bukan semata-mata karena mengejar penghasilan. Ada kepedulian dan kecintaan terhadap dunia pendidikan yang membuat mereka bertahan. Senyum anak-anak, perkembangan mereka dari hari ke hari, serta doa dan kepercayaan para orang tua menjadi kebahagiaan tersendiri. Di situlah nilai pengabdian terasa begitu kuat.
Berganti Pemimpin, Semangat Tetap Sama
Dalam perjalanan 15 tahun, PAUD Insan Mulia juga mengalami pergantian kepemimpinan. Pada periode 2011–2017, PAUD Insan Mulia dipimpin oleh Ibu Harindah. Kepemimpinan kemudian dilanjutkan Ibu Siti Rochati pada periode 2017–2023.
Sejak 2023 hingga 2026, kepemimpinan PAUD Insan Mulia berada di bawah Ibu Santi Wirda Ningsih, S.Pd. Setiap masa tentu memiliki tantangan yang berbeda. Namun satu hal tidak berubah, yakni semangat untuk mempertahankan PAUD Insan Mulia agar tetap hadir dan memberikan manfaat bagi anak-anak.
Tahun 2017, Memasuki Babak Baru
Tahun 2017 menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan PAUD Insan Mulia. Kegiatan belajar mengajar berpindah ke lingkungan Yayasan Pakem Bumi Indonesia. Sejak saat itu, guru mendapatkan dukungan honor dari yayasan. Jumlah peserta didik kemudian relatif stabil, berada di kisaran 20 anak setiap tahunnya. Angka tersebut mungkin terlihat kecil jika dibandingkan dengan lembaga pendidikan lainnya. Namun bagi PAUD Insan Mulia, setiap anak adalah amanah.
20 anak berarti 20 harapan.
20 anak berarti 20 masa depan.
20 anak berarti 20 alasan untuk terus bertahan.

2023, Perjuangan Mendapatkan Pengakuan
Setelah bertahun-tahun berjalan dengan berbagai keterbatasan, sebuah babak penting kembali hadir pada 2023. PAUD Insan Mulia akhirnya memperoleh izin operasional.Proses tersebut bukan perjalanan yang mudah. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah adanya tenaga pendidik dengan kualifikasi pendidikan S1 PAUD. Untuk memenuhi persyaratan tersebut, prosesnya melibatkan dukungan dari pihak luar.
Terbitnya izin operasional menjadi lebih dari sekadar dokumen administratif. Bagi keluarga besar PAUD Insan Mulia, hal itu menjadi bukti bahwa perjuangan panjang selama bertahun-tahun akhirnya mendapatkan pengakuan secara kelembagaan. PAUD Insan Mulia juga kemudian mendapatkan NISN, yang tidak lepas dari kerja keras dan kerja bersama berbagai pihak, termasuk Bapak Wahyu, guru internal maupun eksternal, serta seluruh pihak yang terlibat.
Akreditasi B Unggul
Perjuangan tersebut berlanjut.
Pada 2024, PAUD Insan Mulia mengikuti proses akreditasi dan berhasil memperoleh nilai B Unggul.Pencapaian itu bukan sekadar angka atau predikat. Di baliknya terdapat kerja keras, kesabaran, pembelajaran, dan perjuangan yang dilakukan sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun.Bagi PAUD Insan Mulia, predikat tersebut menjadi motivasi untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan pendidikan yang semakin baik.
Memasuki Angkatan ke-15
Kini, pada 2026, PAUD Insan Mulia telah memasuki angkatan ke-15.
Jumlah peserta didik saat ini sekitar 18 anak, dengan empat tenaga yang tercatat dalam Dapodik, terdiri atas kepala sekolah, guru, dan operator. Selain itu, terdapat pula satu guru pendamping, Ibu Nurkhasanah.Jumlah peserta didik memang mengalami penurunan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Namun bagi PAUD Insan Mulia, jumlah bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan. Sebab lembaga ini sejak awal tidak dibangun semata-mata untuk mengejar jumlah murid.
PAUD Insan Mulia dibangun dari kepedulian, keikhlasan, dan semangat pengabdian.
Di tengah perkembangan zaman, PAUD Insan Mulia juga menyadari pentingnya penguatan kemampuan teknologi. Karena itu, lembaga ini membuka ruang bagi generasi muda yang memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi untuk ikut membantu meningkatkan kapasitas para guru, terutama dalam menghadapi tuntutan digitalisasi pendidikan.

Lima Belas Tahun Menjaga Harapan
Lima belas tahun perjalanan PAUD Insan Mulia menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak selalu diukur dari besarnya gedung, banyaknya peserta didik, maupun besarnya pendapatan.
Terkadang, keberhasilan adalah ketika sebuah lembaga kecil mampu bertahan di tengah keterbatasan.
Keberhasilan adalah ketika guru tetap datang meskipun honor yang diterima belum sebanding dengan pengorbanannya.
Keberhasilan adalah ketika pintu sekolah tetap terbuka meskipun SPP digratiskan.
Keberhasilan adalah ketika anak-anak tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan tumbuh tanpa merasa terbebani oleh biaya.
Dan keberhasilan itu kini dapat dirasakan setelah 15 tahun perjalanan.
PAUD Insan Mulia masih berdiri.
Masih mengabdi.
Masih mendidik.
Dan masih menjaga harapan.
Perjalanan ini memang tidak selalu mudah. Ada masa ketika jumlah peserta didik menurun, fasilitas terbatas, kebutuhan semakin banyak, dan berbagai persoalan harus diselesaikan dengan kemampuan yang ada.
Namun dari semua keterbatasan itu lahirlah sebuah kisah tentang orang-orang yang memilih untuk tetap bertahan.
Tentang guru-guru yang mengajar dengan hati.
Tentang pendidikan yang diberikan dengan keikhlasan.
Dan tentang sebuah lembaga pendidikan yang selama 15 tahun terus berusaha menjaga harapan bagi generasi penerus bangsa.
Terima Kasih untuk Semua yang Telah Berjuang
Untuk seluruh guru yang pernah dan masih mengabdi di PAUD Insan Mulia, terima kasih atas setiap langkah, kesabaran, keringat, waktu, dan pengorbanan yang telah diberikan. Untuk para orang tua dan masyarakat yang telah mempercayakan putra-putrinya kepada PAUD Insan Mulia, terima kasih atas kepercayaan yang begitu berarti.
Apresiasi dan terima kasih juga disampaikan kepada Yayasan Pakem Bumi Indonesia, para pendiri, pengurus, kepala sekolah, guru, operator, guru pendamping, serta seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang PAUD Insan Mulia.
Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal yang terus mengalir dan membawa keberkahan.
Lima belas tahun telah dilewati.
Dari 12 anak, tumbuh menjadi puluhan anak.
Dari tempat belajar yang sederhana, PAUD Insan Mulia terus melangkah.
Dari honor yang seadanya, para guru tetap memberikan yang terbaik.
Dari SPP gratis, pendidikan tetap diupayakan berjalan.
Dari berbagai keterbatasan, akhirnya lahir izin operasional dan akreditasi B Unggul.
Hari ini, PAUD Insan Mulia masih berdiri.
Bukan karena semuanya mudah, tetapi karena ada orang-orang yang memilih untuk tidak mudah menyerah.

